Valentine untuk Si Yatim dan Papa

Rabu, 02 Maret 2011

Seperti di Bioskop
PEBRUARI 2011 memang sudah lewat. Tak banyak kegiatan yang digelar di Karangasem. Terkecuali, perayaan Valentine Day yang dilakukan anak-anak muda setempat. Saat perayaannya, suasana Kota Amlapura memang agak lain dari biasanya. Keramaian pada malam hari yang biasanya terbatas sampai pukul 20.00, saat itu justru bertahan sampai pukul 21.00.

Tapi, saat itu ada yang jauh lebih berbeda tinimbang geliat aktivitas anak muda yang meramaikan Kota Amlapura. Sehari sebelumnya, Minggu (13/2), seluruh anak yatim piatu tumpah ruah di Ballroom 27 Enterprise, Hardy’s Karangasem. Mereka berbaur pula dengan anak-anak dari keluarga papa atau tidak mampu.

Waktu itu, salah satu radio swasta di Karangasem, Oejoeng FM sedang bekerja sama komunitas wartawan saban hari ngetem di Karangasem dan menamakan dirinya Aliansi Jurnalis Karangasem (AJK). Keduanya berkolaborasi membentuk sebuah acara kecil-kecilan yakni nobar (nonton bareng) film Denias, Senandung di Atas Awan.

Ceritanya sih, acara itu untuk merayakan Valentine Day yang akan jatuh keesokan harinya. Nah, anak-anak yatim piatu dan dari keluarga kurang mampu itulah yang menjadi obyek acara lumayan dadakan itu.

Sebagian besar anak-anak yang diundang itu merupakan asuhan Yayasan Yasa Kerti, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), anak-anak Pesraman Tohpati. Serta, beberapa anak-anak berprestasi tapi berasal dari keluarga kurang mampu.

Menurut salah satu Empunya Gawe, nobar itu memang digelar sebagai perayaan Hari Kasih Sayang. Hanya saja, kegiatan itu lebih diarahkan pada anak-anak yatim piatu dan berasal dari keluarga kurang mampu. Itu sebabnya, dalam nobar itu, film yang diputar Denias, Senandung di Atas Awas. Film made in Indonesia besutan Sutradara John de Rantau yang sarat nilai edukasi dan inspirasi.

Tujuan akhir dari pemutaran film tersebut tak lain memotivasi para anak yatim piatu dan kurang mampu agar tetap percaya diri. Tidak minder atau merasa rendah diri serta lebih optimis menapaki jalan kehidupan yang ada di depannya. Sehingga, mereka pun sanggup berprestasi dan mampu menjadi orang-orang yang mandiri. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Apaan Nih?

Tidak Ada yang Istimewa. Memang begitulah blog ini. Blog ini cuma memang untuk  menyampaikan isi kepala saja. Sampah-sampah pikiran yang mungkin masih bisa didaur ulang. Bukankah, daur ulang sangat diperlukan untuk mengurangi timbunan sampah di seluruh permukaan bumi. Akibat aktivitas manusia. Ah, sudahlah. Tidak perlu bersusah hati, apalagi membaca blog ini dengan segala teori-teori. Baca apa adanya saja. OK

Siapa Si Ragil?

Bali, Indonesia
Si Ragil, tokoh fiktif yang bukan siapa-siapa. Dia ada di sela-sela kehidupan. Dia hanya bisa mendengar, melihat, dan merasakan. Seperti yang dia tuangkan dalam blog yang juga menjadi rumahnya di dunia maya.

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP