Prosa I

Senin, 22 Februari 2010

Aku sudah berusaha maksimal. Proses demi proses sudah aku lalui. Bahkan, aku harus berjalan dalam kegelapan. Tapi mengapa proses yang aku lalui tetap terkesan tidak sempurna?

Malah sebaliknya, aku menuai cibiran telak dari segala penjuru. Aku harus mengecap penilaian terburuk dari tiap ujung jari.

Salahkah aku bersikap hati-hati. Aku sudah belajar untuk merubah mental. Dari yang buruk di mata teman-teman. Menuju yang baik di mata komunitas dan profesi. Aku pun sudah berusaha untuk menghindari kebiasaan sesat dalam sebuah profesi.

Aku hanya ingin bersikap bijak. Tiada niatku untuk lepas dari idealisme. Bukankah profesi ini mengedepankan nalar pula. Bukan sekadar skeptis yang tinggi?

Nalar itu aku terapkan. Karena aku harus mandiri. Rasa nyaman dan aman bukankah hak azasi. Pun demikian dalam menjalani profesi.

Chairul AS,
22 Pebruari 2010

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Apaan Nih?

Tidak Ada yang Istimewa. Memang begitulah blog ini. Blog ini cuma memang untuk  menyampaikan isi kepala saja. Sampah-sampah pikiran yang mungkin masih bisa didaur ulang. Bukankah, daur ulang sangat diperlukan untuk mengurangi timbunan sampah di seluruh permukaan bumi. Akibat aktivitas manusia. Ah, sudahlah. Tidak perlu bersusah hati, apalagi membaca blog ini dengan segala teori-teori. Baca apa adanya saja. OK

Siapa Si Ragil?

Bali, Indonesia
Si Ragil, tokoh fiktif yang bukan siapa-siapa. Dia ada di sela-sela kehidupan. Dia hanya bisa mendengar, melihat, dan merasakan. Seperti yang dia tuangkan dalam blog yang juga menjadi rumahnya di dunia maya.

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP